Senin, 01 Juni 2015

SEPINTAS CATATAN DASAR KLIMATOLOGI PERTANIAN Bagian #2

SEPINTAS CATATAN DASAR KLIMATOLOGI PERTANIAN
Bagian #2
Ulasan singkat sebab-sebab Klasifikasi iklim antara lain :
·         Keadaan iklim disuatu daerah ditandai dengan suhu dan curah hujan (presipitasi).
·         Didasarkan atas tujuan penggunaan seperti pertanian, penerbangan dan kelautan.
·         Tujuanya adalah untuk menyerderhanakan iklim yang ada dipermukaan bumi yang menjadi lebih sedikit golongan agar dapat memperoleh info iklim secara cepat dan umum.
·         Pembagian ringkasan jenis iklim ditinjau dari segi unsur yang benar aktif terutama curah hujan (perisipitasi) dan suhu.
·         Suhu tidak menjadi faktor pembatas kegiatan produksi pertanian. Sedangkan ketersedian air merupakan faktor yang paling menentukan kegiatan budidaya.
·         Selisih suhu siang dan suhu malam hari lebih besar dari pada daerah sub tropis kutub. Suhu musim panas dan dingin lebih besar daripada suhu harian dengan hal itu Indonesia dibagi klasifikasinya berdasarkan ketinggian.
·         Hujan merupakan unsur fisik lingkungan yang paling penting dan beragam baik menurut waktu maupun tempat dan hujan juga merupakan faktor penentu serta faktor pembatas.
Dibawah ini ada beberapan macam-macam klasifikasi :
1.        Klasifikasi iklim atas dasar temperatur.
2.        Klasifikasi iklim berdasarkan curah hujan.
·      Koppen : daya guna hujan terhadap perkembangan dan pertumbuhan tidak tergantung jumlah hujan tapi juga tergantung intensitas evaporasi yang menyebabkan hilangnya air cukup besar baik di tanah dan tanaman.
a.    Iklim hujan tropika memiliki persamaan antara tropika besar (Af), tropika basah (Am), dan tropika basah kering (Aw) yaitu daerah yang mempunyai temperatur bulan terdingin lebih besar 180C/ 640F.
b.    Tropika besar (Af) mempunyai ciri-ciri : curah hujan bulang kering rata-rata > 60 mm.
c.    Tropika basah (Am) mempunyai ciri-ciri : curah hujan dapat mengimbangi bulan kering. Terdapat pula hutan yang lebat.
d.   Tropika basah kering (Aw) mempunyai ciri-ciri : curah hujan tidak bisa mengimbangi bulan kering. Terdapat vegetasi rumput dan pohon.
·      Mohr (1933) menentukan iklim disuatu tempat berdasarkan rata-rata curah hujan masing-masing bulan selama beberapa tahun.
·      Schmidt dan Ferguson (1951) menentukan iklim disuatu tempat berdasarkan menghitung bulan basah dan bulang kering dalam satu tahun kemudian dijumlahkan untuk beberapa tahun selanjutnya dirata-rata.

PENGELOLAAN IKLIM
A.      Pengertian Pengelolaan, Pengelolaan iklim
Fungsi Pengeloaan :
                 Planning (perencanaan)
                 Organizing (pengorganisasian)
                 Staffing (penstafan)                           Pengurusan
                 Leading (kepemimpinan)
                 Controling (pengawasan)
Fungsi Pengelolaan = P (planning),O (organizing), A (actuiting), K (controling).
     Pengelolaan Iklim adalah suatau proses perencanaan dan implementasi kegiatan yang bersifat manipulasi unsur iklim untuk memperoleh manfaat. [tanpa menyebabkan kerusakan sumberdaya atmosfer ].

B.       Ingat apa itu Iklim dan apa itu Cuaca?
Cuaca adalah keadaan  fisik atmosfer pada suatu saat di suatu tempat. Keadaan fisik atmosfer ini dinyatakan  dengan hasil pengukur-an unsur-unsurnya, misalnya suhu udara, curah hujan, tekanan, kelembaban udara, laju dan arah angin, perawanan, penyinaran matahari, dll..
Iklim adalah keadaan yang mencirikan atmosfer pada suatu daerah dalam jangka waktu cukup lama, yaitu kira-kira 30 tahun (?)Keadaan yang mencirikan itu diungkapkan dengan hasil pengukur-an berbagai unsur cuaca yang dilakukan selama periode waktu ter-sebut.

C.      Iklim sebagai faktor pembatas produksi Tanaman karena :
1.      Jumlah dan curah hujan.
2.      Suhu udara.
3.       kelembaban nisbi (relative) udara.
4.      Intensitas radiasi matahari (penyinaran).
5.      Lama radiasi matahari (penyinaran).
6.      Jumlah sinar.
7.      Kecepatan angin.
8.      Agihan angin.
9.      Konsentarsi CO2.
10.  Tinggi tempat dan letak lintang.

D.      Tujuan mengelola iklim :
Untuk menurunkan ketergantungan usaha pertanian terhadap cuaca (iklim) dengan menggunakan 4 cara untuk mencapai tujuan :
·         Peneyesuaian.
·         Peramalan.
·         Pengubahsuaian (modifikasi).
·         Subtitusi (penyulihan).

1.         Gatra Penyesuaian : pengelolaan iklim (suatu usaha pertanian) yang dilaksanakan sesuai dengan iklim suatu wilayah.
Caranya : Watak iklim suatu tempat diteliti (dipelajari) dengan cermat. Dicari unsur iklim apa yang dianggap penting (1 atau beberapa). Dicari syarat tumbuh tanaman yang sesuai  dengan iklim
Contoh bukti: Banyak dilakukan terutama pada tanah bukaan baru Pusat-pusat produksi tanaman dan penelitian di daerah yang iklim sesuai.  P3GI,  BPTK, IRRI, PP KOPI, PP Kelapa Sawit.
Keunggulannya: biaya produksi rendah, karena keberhasilannya diserahkan kepada alam.
Kelemahannya: penyesuaian biasanya terhadap nilai rata-rata kejadian di atmosfer untuk berbagai unsur cuaca (iklim), yang terdapat nilai ektrim.
2.         Gatra peramalan : adalah pengelolaan suatu usaha pertanian dengan menduga cuaca (iklim) yang akan terjadi di suatu wilayah.
Contoh bukti : Peramalan jangka pendek (harian), suhu, CH, Kec. Angin à pemupukan, pengendalian OPT, dll. Peramalan Jangka panjangà strategi usaha pertanian, pola tata tanam, kapan menyebar benih, memindah bibit, memanen, Menentukan awal musim hujan (akhir musim kemarau)
Caranya : Mengikuti  media  (Radio, TV, Surat kabar, dll.). Menghitung (mengolah) data cuaca (iklim). Menghubungkan antar data cuaca (iklim) dll.
Keunggulannya: Peramalan yang baik membantu mengurangi resiko gagal pada penyesuaian, karena dapat mengetahui penyimpangan di waktu yad
3.         Gatra Pengubahsuaian (Modifikasi) : adalah pengelolaan suatu usaha pertanian dengan mengubah cuaca /iklim (mikro) supaya mendekati kebutuhan  cuaca (iklim) suatu tanaman.
Cuaca meso dan makro sulit diubah!!!
Contoh : Cuaca suatu tempat suhu rata-rata  à cocok utk tan. Kopi. CH tahunan à cocok utk tan. Kopi. Rad. Matahari à berlebih (tdk cocok). Kec. Angin à berlebih (tdk cocok)
Caranya : dinaungi dan diberi penahan angin Dengan apa?  Pohon penaung yang tahan angin
Keunggulannya: menambah wilayah yang cocok untuk daerah perk. Kopi
 Kelemahannya:  agak mahal.
4.         Gatra Subtitusi : adalah usaha pertanian yang dilakukan dengan cara menganti usur-unsur yang pada saat itu tidak ada.
Contoh lain : Unsur cuaca yang lain cocok, tetapi kekurangan air, maka dilakukan irigasi. Unsur cuaca yang lain cocok, tetapi penguapan air tinggi, maka dilakukan  pemulsaan. Unsur cuaca yang lain cocok, tetapi kec. angin tinggi-foto-sintesis kekurangan CO2, maka dilakukan  tanaman pelindung. Unsur cuaca yang lain cocok, tetapi CH banyak, maka dila-kukan penutupan à rumah kaca. Unsur cuaca yang lain cocok, tetapi suhu rendah, maka    dila-kukan rumah kaca ( di daerah subtropis = dingin)



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Mari diskusi bareng