Sabtu, 06 September 2014

MAKALAH BIOLOGI (Ekosistem)

TUGAS BIOLOGI
KELIPING EKOSISTEM






Disusunoleh :
NAMA              : ARIF STYAWAN
KELAS             : XI TPHP A




PEMERINTAH KABUPATEN BANJARNEGARA
DINAS PENDIDIKAN PEMUDA DAN OLAHRAGA
SMKNEGERI 1 WANAYASA
PROGRAM KEAHLIAN TEKNOLOGI PENGOLAHAN HASIL PERTANIAN
2013
Ekosistem
A.    Pengertian Ekosistem
Pengertian Ekosistem. Ekosistem adalah komunitas tumbuhan, hewan dan organisme kecil yang hidup, makan, mereproduksi dan berinteraksi di daerah atau lingkungan yang sama. Beberapa ekosistem yang sangat besar.
Definisi Ekosistem: Ekosistem adalah sistem alami yang terdiri dari semua tanaman, hewan dan mikroorganisme (faktor biotik) di daerah berfungsi bersama-sama dengan semua non-hidup fisik (abiotik) faktor lingkungan (Christopherson 1997).
Istilah Ekosistem ini diciptakan pada tahun 1930 oleh Roy Clapham, untuk menunjukkan komponen fisik dan biologis lingkungan dengan memperhatikan dalam hubungan satu sama lain sebagai satu unit. Ekosistem dapat dibatasi dan dibahas dengan berbagai lingkup, dan menggambarkan situasi di mana ada hubungan antara organisme dan lingkungannya.
Sebagai contoh, banyak sarang jenis burung di satu tempat dan pakan di daerah yang sama sekali berbeda. Di sisi lain, beberapa ekosistem mungkin secara fisik kecil, seperti Anda akan menemukan di padang rumput di tepi hutan, atau di terumbu karang di laut. Bagaimana segalanya cocok bersama-sama dalam ekosistem hutan versus ekosistem padang rumput? Sementara beberapa spesies dapat ditemukan secara alami di kedua daerah, spesies yang hidup di ekosistem hutan biasanya sangat berbeda dari orang-orang yang mendiami padang rumput, meskipun dua lingkungan yang tepat di sebelah satu sama lain. Dengan kata lain, jika kita melindungi habitat alami yang ada, kami akan membantu untuk mempertahankan keanekaragaman hayati (biodiversity adalah berbagai kehidupan dalam segala bentuknya, tingkat dan kombinasi). Sayangnya, habitat alam dan ekosistem mereka lebih dan lebih terancam karena efek merusak lingkungan tumbuh populasi manusia di mana-mana
B.     Langkah-langkah Upaya Manusia dalam Pemeliharaan Ekosistem
langkah-langkah upaya manusia dalam pemeliharaan ekosistem- Air, udara dan tanah adalah sumber daya alam (SDA) “milik bersama”. Penyalahgunaan SDA milik bersama tersebut, disebabkan oleh diabaikannya, biaya-biaya lingkungan hidup yang timbul di dalam aktivitas pembangunan, misalnya pabrik semen tidak memikirkan pencemaran udara karena fungsinya hanya memproduksi semen. Nelayan hanya memikirkan bagaimana mendapatkan ikan sebanyak-banyaknya, pengusaha hutan hanya memikirkan kayu sebanyak-banyaknya. Contoh lain sebuah pabrik tekstil meminimalkan ongkos dengan cara membuang limbahnya langsung ke sungai. Sungai tercemar dan masyarakat yang menanggung ongkos pembersihannya. Bertolak dari asas lingkungan hidup adalah milik bersama, berarti pemeliharaannya juga harus dilaksanakan bersama. Beberapa upaya yang perlu dilakukan untuk menjaga atau memperbaiki kerusakan lingkungan adalah sebagai berikut.
1.         Tidak menebang hutan sembarangan. Penebangan hutan harus sesuai dengan peraturan HPH yang berlaku. Syarat penebangan hutan antara lain harus menggunakan sistem “tebang pilih”, dan harus menanam kembali setelah menebang.
2.         Mengalakkan penghijauan/reboisasi.
3.         Mencegah kebakaran hutan. Kebakaran hutan mungkin dapat dicegah, antara lain dengan membuat menara-menara pengawas agar petugas dapat mengawasi kejadian-kejadian dengan segera, menghindari pembuatan api di hutan.
4.         Membuat suaka margasatwa, cagar alam, taman nasional, taman burung, hutan lindung, dan sebagainya.
5.         Penataan tata ruang wilayah perlu direncanakan. Setiap daerah dibangun sesuai dengan zona peruntukannya, seperti zona industri, pemukiman, perkebunan, dan pertanian.
6.         Proyek pembangunan yang berdampak negatif harus dikendalikan melalui penerapan AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan).
7.         Pengendalian kerusakan lingkungan melalui pengelolaan daerah aliran sungai (DAS), rehabilitasi bekas pembangunan dan bekas galian tambang dan pengelolaan wilayah pesisir dan lautan.
8.         Penanggulangan pencemaran tanah, air, dan udara, misalnya:
a.         Tidak menggunakan pestisida, fungisida, dan herbisida tanpa aturan.
b.        Mencari pestisida pengganti (pengendalian hama secara biologi).
c.         Tidakmembuang limbah sembarangan.
d.        pengembangan baku mutu air dan udara.
e.         menggunakan pupuk buatan sesuai aturan.
f.         mengelola sampah/limbah dengan prinsip 3R:
1.        Reduce, yaitu mengurangi penggunaan jenis barang yang banyak sampah.
2.        Reuse, yaitu menggunakan kembali barang atau kemasan barang yang sudah dipakai.
3.         Recycle, yaitu mendaur ulang sampah yang dihasilkan.
9.      Pengembangan peraturan perundang-undangan mengenai lingkungan hidup.
10.  Penerapan hukum yang tegas bagi pelanggar peraturan



C.     Proses Suksesi Ekosistem
Proses suksesi ekosistemBayangkan jika sebuah kebun dibiarkan saja dalam jangka waktu bertahuntahun? Perubahan apa yang akan terjadi. Apakah jenis-jenis tumbuhan yang berada di dalamnya senantiasa tetap sepanjang tahun ataukah akan mengalami perubahan? Tanah yang ada di kebun apabila dibiarkan akan ditumbuhi rumput, terlebih-lebih jika dibiarkan terus beberapa tahun, maka akan ditumbuhi semak-belukar. 
Dari gambar tampak terjadinya urutan perkembangan perubahan bentuk suatu komunitas secara bertahap yang dalam waktu cukup lama yang disebut suksesi. Perlu Anda ketahui, proses suksesi akan berakhir dengan suatu komunitas atau ekosistem klimaks, yang berarti komunitas telah dapat mempertahankan kemantapan internalnya yang merupakan respon dari komponen-komponen terhadap kondisi normal komunitas sehingga terlihat seakan-akan tidak akan berubah.
1.      Tahap-tahap terjadinya suksesi adalah:
a.       Lahan kosong → invasi benih → kolonisasi → kompetisi → interaksi antarkomunitas dan lingkungan→ stabilisasi dan tercapainya keseimbangan yang mantap.
b.      Agar lebih jelas tentang Proses Suksesi Ekosistem perhatikan contoh berikut ini!
c.       Di kebun yang telah lama ditinggalkan, akan ditumbuhi berbagai jenis rumput. Dalam hal ini sudah terjadi invasi benih, dimulailah kolonisasi rumput pada tempat tersebut. Kemudian muncul semak, perdu, dan pohonpohon, sehingga di kebun tersebut terjadilah kompetisi untuk mendapatkan zat makanan, ruang, dan cahaya. Dalam komunitas yang terbentuk itu kompetensi akan berkurang, yang melalui penyesuaian terhadap lingkungan yang berubah-ubah. Jenis-jenis yang dapat bertahan akan terjadi interaksi dan saling ketergantungan, stabilitas dan keseimbangan komunitas dapat tercapai sehingga terbentuk menjadi hutan. Proses perubahan dalam suksesi dari awal sampai mencapai keseimbangan yang mantap akan memakan waktu yang sangat lama. Jika ditinjau dari asal terjadinya, suksesi ada dua macam, yaitu suksesi primer dan suksesi sekunder.
2.      Suksesi Primer.
a.       Suksesi primer terbentuk ditandai oleh hilangnya komunitas asal secara total, misalnya letusan gunung, tanah longsor, penambangan timah dan batubara sehingga tidak ada organisme penyusun komunitas asal yang tersisa, yang ada hanyalah tanah gersang yang berupa batu-batuan. Dalam waktu yang lama dimulainya munculnya organisme perintis yang berupa lumut kerak. Lumut kerak ini akan melapukkan batuan yang semakin lama pelapukan tersebut akan terbentuk tanah. Ada beberapa spora paku terbang dibawa oleh angin dan jatuh pada tanah itu, sehingga tumbuhan paku tumbuh.
b.      Proses pelapukan batuan semakin intensif dan tanah yang terbentuk semakin kaya nutrien. Keadaan ini terus berlanjut akan terbentuk ekosistem yang didominasi oleh tumbuhan perdu yang akhirnya mencapai klimaks. Dengan demikian, suksesi primer terjadi ditandai dengan permukaan yang kosong sehingga akan muncul ekosistem baru.
3.      Suksesi Sekunder.
a.       Suksesi sekunder berlangsung pada bekas ekosistem tidak mengalami kerusakan total. Jadi, tidak mengubah komunitas asal secara total, substrat dan kehidupan asal masih dijumpai. Misalnya, terjadi kebakaran alami, banjir, angin kencang secara alami, penebangan hutan secara selektif, pembakaran padang rumput dengan sengaja.

b.      Di dalam tempat ini tidak dijumpai organisme perintis. Jika daerah tersebut didiamkan, maka akan terjadi suksesi kembali karena akan ditumbuhi lagi komunitas asal. Tumbuh-tumbuhan baru juga akan tumbuh dan hewan-hewan akan kembali lagi. Hewan-hewan tersebut akan memberi senyawa organik untuk tanah sehingga banyak tumbuhan lain akan hidup di daerah ini. Keseluruhan proses ini menyebabkan populasi berubah dan komunitas berkembang secara bersinambungan. Belum lama ini di Indonesia terjadi tsunami di Aceh, termasuk golongan suksesi apa? Pikirka

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Mari diskusi bareng