Sabtu, 06 September 2014

MAKALAH BIOLOGI KE 3 (Ekosistem)

TUGAS BIOLOGI
KELIPING EKOSISTEM







Disusunoleh :
NAMA              : ARIF STYAWAN
KELAS             : XI TPHP A




PEMERINTAH KABUPATEN BANJARNEGARA
DINAS PENDIDIKAN PEMUDA DAN OLAHRAGA
SMKNEGERI 1 WANAYASA
PROGRAM KEAHLIAN TEKNOLOGI PENGOLAHAN HASIL PERTANIAN
2013


A.    Ekosistem 
Ekosistem secara sederhana adalah interaksi atau hubungan timbal balik antara organisme mahluk hidup dengan lingkungan sekitarnya. Di dalam sebuat ekosistem terdapat satu-satuan ekosistem yang kemudian membentuk pola-pola interaksi. Satuan tersebut adalah individu, kemudian populasi dan komunitas. Individu merupakan komponen ekosistem yang paling dasar dan merupakan satuan organisme yang tunggal. Sementara itu populasi adalah sekumpulan individu atau mahluk hidup yang terdapat atau mendiami sebuah tempat. Sedangkan komunitas adalah sekumpulan populasi yang berbeda tetapi hidup di dalam tempat tertentu. Ekosistem mencakup semua individu, populasi juga komunitas.  Ekosistem ini kemudian dipecah menjadi beberapa kelompok. Dalam skala yang besar dan menyeluruh, semua penggabungan ekosistem disebut dengan biosfer. Ada bermacam-macam ekosistemyang menjadi komponen dari biosfer. Apa saja? 

B.     Jenis-Jenis Ekosistem 
Ada bermacam-macam ekosistem di dunia ini, yang secara garis besar dibagi ke dalam dua kategori yakni:
1.         Ekosistem Alamiah: yakni ekosistem yang terbentuk secara alamiah tanpa adanya campur tangan manusia. Contoh ekosistem ini antara lainekosistem sungaiekosistem gurunekosistem terumbu karang, ekosistem savanah, ekosistem laut dan masih banyak lagi lainnya.
2.         Ekosistem Artifisial atau buatan: yakni ekosistem yang terbentuk berkat campur tangan manusia. Ekosistem buatan ini diciptakan untuk memenuhi kebutuhan manusia. Meski keanekaragaman ekosistem buatan manusia jauh lebih terbatas. Adapun macam-macam ekosistem buatan antara lainekosistem sawah, perkebunan sawit, ekosistem pemukiman misalnya perkotaan atau pedesaan, eksosistem bendungan, ekosistem hutan buatan, agroekosistem dan masih banyak lagi lainnya.
C.    Ekosistem Alamiah
Jenis ekosistem yang tercipta tanpa bantuan tangan manusia ini dibagi lagi ke dalam dua pembagian umum yakni: 
1.    Ekosistem akuatik atau air.
2.    Ekosistem daratan terestrial.
Ada bermacam-macam ekosistem akuatik atau air, antara lain: 
1.    Ekosistem air tawar.
2.    Ekosistem air laut.
3.    Ekosistem estuary.
4.    Ekosistem pantai.
5.    Ekosistem sungai.
6.    Ekosistem terumbu karang.
7.    Ekosistem laut dalam.
8.    Ekosistem lamun.
Sementara itu, macam-macam ekosistem yang tercakup di dalam ekosistem daratan adalah 
1.    Ekosistem hujan tropis.
2.    Ekosistem sabana.
3.    Ekosistem padang rumput.
4.    Ekosistem gurun atau savanna.
5.    Ekosistem taiga.
6.    Ekosistem Tundra.
7.    Ekosistem hutan gugur.
8.    Ekosistem krast atau batu gamping dan gua.
D.    Macam-macam ekosistem 
Macam-macam ekosistem ini memiliki karakteristik sendiri. Misalnya saja ekosistem hutan hujan tropis yang selalu berada di wilayah tropic juga subtropik. Ekosistem ini bertempat di wilayah dengan jumlah curah hujan antara 200 sampai 225 cm per tahunnya. Sementara itu, jenis pepohonan yang ada di dalam ekosistem hutan hujan tropis ini sangat banyak. Di antara pepohonan ini biasanya terdapat tumbuhan yang khas seperti misalnya anggrek, liana dan lain-lain. Selain tumbuhan, ada juga hewan yang menghuni ekosistem tersebut antara lain kera, burung, badak, dan masih banyak lagi lainnya. Sama seperti ekosistem hutan hujan tropis, ekosistem lainnya juga memiliki komponen tertentu yang juga menjalin interaksi dan saling terkait satu sama lainnya.
Ekosistem air laut
Ekosistem air laut dibedakan atas lautan, pantai, estuari, dan terumbu karang.
1.      Laut
Habitat laut (oseanik) ditandai oleh salinitas (kadar garam) yang tinggi dengan ion CI- mencapai 55% terutama di daerah laut tropik, karena suhunya tinggi dan penguapan besar. Di daerah tropik, suhu laut sekitar 25°C. Perbedaan suhu bagian atas dan bawah tinggi. Batas antara lapisan air yang panas di bagian atas dengan air yang dingin di bagian bawah disebut daerah termoklin.Di daerah dingin, suhu air laut merata sehingga air dapat bercampur, maka daerah permukaan laut tetap subur dan banyak plankton serta ikan. Gerakan air dari pantai ke tengah menyebabkan air bagian atas turun ke bawah dan sebaliknya, sehingga memungkinkan terbentuknya rantai makanan yang berlangsung balk. Habitat laut dapat dibedakan berdasarkan kedalamannya dan wilayah permukaannya secara horizontal.
1.      Menurut kedalamannya, ekosistem air laut dibagi sebagai berikut. 
a.       Litoral merupakan daerah yang berbatasan dengan darat.
b.      Neretik merupakan daerah yang masih dapat ditembus cahayamatahari sampai bagian dasar dalamnya ± 300 meter.
c.       Batial merupakan daerah yang dalamnya berkisar antara 200-2500 m.
d.      Abisal merupakan daerah yang lebih jauh dan lebih dalam dari pantai (1.500-10.000 m).
2.      Menurut wilayah permukaannya secara horizontal, berturut-turut dari tepi nlaut semakin ke tengah, laut dibedakan sebagai berikut.
a.       Epipelagik merupakan daerah antara permukaan dengan kedalamanair sekitar 200 m.
b.      Mesopelagik merupakan daerah dibawah epipelagik dengan kedalaman 200-1000 m. Hewannya misalnya ikan hiu.
c.       Batiopelagik merupakan daerah lereng benua dengan kedalaman200-2.500 m. Hewan yang hidup di daerah ini misalnya gurita.
d.      Abisalpelagik merupakan daerah dengan kedalaman mencapai4.000m; tidak terdapat tumbuhan tetapi hewan masih ada. Sinar matahari tidak mampu menembus daerah ini.Hadal pelagik merupakan bagian laut terdalam (dasar). Kedalamanlebih dari 6.000 m. Di bagian ini biasanya terdapat lele laut dan ikan Taut yang dapat mengeluarkan cahaya. Sebagai produsen di tempat ini adalah bakteri yang bersimbiosis dengan karang tertentu.
Di laut, hewan dan tumbuhan tingkat rendah memiliki tekanan osmosis sel yang hampir sama dengan tekanan osmosis air laut. Hewan tingkat tinggi beradaptasi dengan cara banyak minum air, pengeluaran urin sedikit, dan pengeluaran air dengan cara osmosis melalui insang. Garam yang berlebihan diekskresikan melalui insang secara aktif.
2.      Ekosistem pantai
Ekosistem pantai letaknya berbatasan dengan ekosistem darat, laut, dan daerah pasang surut.
Ekosistem pantai dipengaruhi oleh siklus harian pasang surut laut. Organisme yang hidup di pantai memiliki adaptasi struktural sehingga dapat melekat erat di substrat keras.
Daerah paling atas pantai hanya terendam saat pasang naik tinggi. Daerah ini dihuni oleh beberapa jenis ganggang, moluska, dan remis yang menjadi konsumsi bagi kepiting dan burung pantai.
Daerah tengah pantai terendam saat pasang tinggi dan pasang rendah. Daerah ini dihuni oleh ganggang, porifera, anemon laut, remis dan kerang, siput herbivora dan karnivora, kepiting, landak laut, bintang laut, dan ikan-ikan kecil.
Daerah pantai terdalam terendam saat air pasang maupun surut. Daerah ini dihuni oleh beragam invertebrata dan ikan serta rumput laut.
Komunitas tumbuhan berturut-turut dari daerah pasang surut ke arah darat dibedakan sebagai berikut.
a.         Formasi pesca prae dinamakan demikian karena yang paling banyak tumbuh di gundukan pasir adalah tumbuhan Ipomoea pes caprae yang tahan terhadap hempasan gelombang dan angin; tumbuhan ini menjalar dan berdaun tebal. Tumbuhan lainnya adalah Spinifex littorius (rumput angin), Vigna,Euphorbia atoto, dan Canaualia martina. Lebih ke arah darat lagi ditumbuhi Crinum asiaticum (bakung), Pandanus tectorius (pandan), dan Scaeuola Fruescens (babakoan).
b.        Formasi baringtonia daerah ini didominasi tumbuhan baringtonia, termasuk di dalamnyaWedelia, Thespesia, Terminalia, Guettarda, dan Erythrina.Bila tanah di daerah pasang surut berlumpur, maka kawasan ini berupa hutan bakau yang memiliki akar napas. Akar napas merupakan adaptasi tumbuhan di daerah berlumpur yang kurang oksigen. Selain berfungsi untuk mengambil oksigen, akar ini juga dapat digunakan sebagai penahan dari pasang surut gelombang. Yang termasuk tumbuhan di hutan bakau antara lain Nypa, Acathus, Rhizophora, dan Cerbera.Jika tanah pasang surut tidak terlalu basah, pohon yang sering tumbuh adalah: Heriticra, Lumnitzera, Acgicras, dan Cylocarpus.
3.      Estuari
Estuari (muara) merupakan tempat bersatunya sungai dengan laut. Estuari sering dipagari oleh lempengan lumpur intertidal yang luas atau rawa garam. 
Salinitas air berubah secara bertahap mulai dari daerah air tawar ke laut. Salinitas ini juga dipengaruhi oleh siklus harian dengan pasang surut aimya. Nutrien dari sungai memperkaya estuari.
Komunitas tumbuhan yang hidup di estuari antara lain rumput rawa garam, ganggang, dan fitoplankton. Komunitas hewannya antara lain berbagai cacing, kerang, kepiting, dan ikan. Bahkan ada beberapa invertebrata laut dan ikan laut yang menjadikan estuari sebagai tempat kawin atau bermigrasi untuk menuju habitat air tawar. Estuari juga merupakan tempat mencari makan bagi vertebrata semi air, yaitu unggas air.
4.      Terumbu karang
Di laut tropis, pada daerah neritik, terdapat suatu komunitas yang khusus yang terdiri dari karang batu dan organisme-organisme lainnya. Komunitas ini disebut terumbu karang. Daerah komunitas ini masih dapat ditembus cahaya matahari sehingga fotosintesis dapat berlangsung.
Terumbu karang didominasi oleh karang (koral) yang merupakan kelompok Cnidaria yang mensekresikan kalsium karbonat. Rangka dari kalsium karbonat ini bermacammacam bentuknya dan menyusun substrat tempat hidup karang lain dan ganggang.

a.       Hewan-hewan yang hidup di karang memakan organisme mikroskopis dan sisa organik lain. Berbagai invertebrata, mikro organisme, dan ikan, hidup di antara karang dan ganggang. Herbivora seperti siput, landak laut, ikan, menjadi mangsa bagi gurita, bintang laut, dan ikan karnivora.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Mari diskusi bareng