Sabtu, 06 September 2014

Mari Belajar Mengenal Ekosistem Pantai

TUGAS BIOLOGI
KELIPING EKOSISTEM




Disusunoleh :
NAMA : ARIF STYAWAN
KELAS : IX TPHP A


PEMERINTAH KABUPATEN BANJARNEGARA
DINAS PENDIDIKAN PEMUDA DAN OLAHRAGA
SMKNEGERI 1 WANAYASA
PROGRAM KEAHLIAN TEKNOLOGI PENGOLAHAN HASIL PERTANIAN
2013

A.  Mari Belajar Mengenal Ekosistem Pantai


Jika didefenisikan, makaekosistem pantai tak lain adalah sebuah kesatuan di alam dimana semua komponen baik itu abiotik maupun biotik saling berinteraksi dan memungkinkan terjadinya aliran energi. Selain itu, interkasi tersebut juga membentuk sebuah struktur biotik juga siklus materi antara abiotik dan biotik. Sebagai sebuah ekosistem, unsur-unsur atas komponen yang tercakup di dalam ekosistem pantai antara lain:
1.        Komponen abiotik mencakup suhu, cahaya, iklim, bebatuan sedimen, air dan lain-lain.
2.        Komponen produsen seperti misalnya alga lat, lamun, bakau dan masih banyak lagi lainnya.
3.        Komponen Konsumen misalnya kerang, ikan, udang dan masih banyak lagi lainnya.
4.        Komponen pengurai atau decomposer misalnya virus, jamur dan bakteri.
Ciri-ciri Ekosistem Pantai 
Ada beberapa hal yang menjadi ciri utama ekosistem pantai yang sehat dan baik, antara lain:
1.        Garis pantai permanen terjaga dengan baik, yakni wilayah laut yang berbatasan dengan daratan.
2.        Terdapat kawasan ekosistem mangrove dengan jumlah ideal 30% dari jumlah total luas pesisir.
3.        Terdapat pola usaha budidaya jenis air payau dengan berpegang pada wawasan lingkungan yang baik.
4.        Pencemaran pantai bisa dikendalikan secara baik dengan metode alamiah atau dengan campur tangan manusia.
5.        Pantai berperan sebagai rumah yang baik bagi mahluk hidup dan bisa menjadi sumber penghidupan bagi manusia di sekitarnya.

Ekosistem pantai dikenal sebagai salah satu jenis ekosistem yang unik sebab mencakup tiga unsur yakni tanah di daratan, air di lautan dan juga udara. Pantai merupakan pertemuan antara ekosistem daratan dan juga ekosistem akuatik. Ada beberapa satuan ekosistem yang tercakup di dalam ekosistem pantai antara lain: 
1.    Ekosistem Terumbu Karang atau Corall Reef.
2.    Ekosistem Hutan Bakau atau Mangrove.
3.    Ekosistem Padang lamun atau Sea Grass.
4.    Ekosistem Muara Suangai atau Estuari.
5.    Ekosistem Pantai Berpasir atau Sandu Beach.
6.    Ekosistem Pantai berbatu atau Rocky Beach.
Yang menjadi ekosistem paling utama di wilayan pesisir pantai adalah ekosistem terumbu karang,mangrove dan juga padang lamun. Ekosistem pantai sangat dipengaruhi oleh siklus harian arus yang pasang dan surut. Dengan demikina, flora dan fauna yang bisa bertahan di pantai adalah mereka yang bisa beradaptasi dengan cara melekat ke substrat keras agar tidak terhempas gelombang. Wilayah paling atas dari ekosistem pantai adalah titik yang hanya terkena air pada saat pasang naik tinggi. Area ini didiami beberapa jenis moluska, ganggang, kerang, dan beberapa jenis burung pantai. Sementara itu, titik tengah pantai terendam jika pasang tinggi juga pasang rendah. Tempat ini didiami beberapa organisme semisal anemone laut, remis, siput, ganggang, porifera dan masih banyak lagi lainnya. Sementara itu wilayah terdalam dari ekosistem pantai dihuni oleh beragam jenis mahluk invertebrate juga ikan dan berbagai jenis rumput laut.




B.  Ekosistem akuatik

Ekosistem akuatik dapat dibedakan menjadi dua, yaitu:
1.      Ekosistem air tawar
2.      Ekosistem air laut
Ekosistem air tawar dibedakan menjadi dua, yaitu:
1.      Ekosistem air tenang (lentik) misalnya: danau, rawa.
2.      Ekosistem air mengalir (lotik) misalnya: sungai, air terjun.
Ciri-ciri ekosistem air tawar:
a. Kadar garam/salinitasnya sangat rendah, bahkan lebih rendah dari
kadar garam protoplasma organisme akuatik.
b. Variasi suhu sangat rendah.
c. Penetrasi cahaya matahari kurang.
d. Dipengaruhi oleh iklim dan cuaca.
Flora ekosistem air tawar:
Hampir semua golongan tumbuhan terdapat pada ekosistem air tawar, tumbuhan tingkat tinggi (Dikotil dan Monokotil), tumbuhan tingkat rendah (jamur, ganggang biru, ganggang hijau).
Fauna ekosistem air tawar:
Hampir semua filum dari dunia hewan terdapat pada ekosistem air tawar, misalnya protozoa, spans, cacing, molluska, serangga, ikan, amfibi, reptilia, burung, mammalia. Ada yang selalu hidup di air, ada pula yang
ke air bila mencari makanan saja.
Hewan yang selalu hidup di air mempunyai cara beradaptasi dengan lingkungan yang berkadar garam rendah.
Pada ikan dimana kadar garam protoplasmanya lebih tinggi daripada air, mempunyai cara beradaptasi sebagai berikut:
- Sedikit minum, sebab air masuk ke dalam tubah secara terus-menerusmelalui proses osmosis.
- Garam dari dalam air diabsorbsi melalui insang secara aktif
- Air diekskresikan melalui ginjal secara berlebihan, juga diekskresikan
melalui insang dan saluran pencernaan.


C.    Ekosistem Kebun
Ekosistem Kebun termasuk ekosistem buatan, ekosistem berasal dari kata "ekos" yang artinya lingkungan atau rumah, sedangkan kata "sistem" berarti keterkaitan antara unsur yang satu dengan yang lainnya. Secara ringkas Ekosistem dapat di artikan sebagai tempat berinteraksi antara unsur-unsur biotik dan abiotik. Unsur Biotik (makhluk hidup) contohnya manusia, hewan, tumbuhan) sedangkan unsur Abiotik antara lain tanah, sinar matahari, air, udara dan sebagainya.

Contoh Ekosistem Kebun
Ekosistem kebun biasanya perlu perhatian agar terjaga keseimbangannya karena jika mengalami ketimpangan dapat menyebabkan peledakan suatu populasi yang dapat merugikan manusia, sebagai contoh jika peledakan populasi belalang maka dapat menjadi ancaman bagi petani. Karena belalang bisa menjadi hama yang dapat merusak tanaman kebun yang berimbas kepada menurunya penghasilan petani.

Kupu-kupu dapat membantu penyerbukan
Penggunaan pestisida hendaknya di kurangi karena selain tidak ramah lingkungan, penggunaan pestisida juga dapat mengakibatkan ketidak seimbangan populasi makhluk hidup yang ada di dalam sebuah ekosistem. Misalnya saja penyemprotan hama tanaman, seringkali tidak hanya serangga merugikan yang mati tetapi juga serangga-serangga yang menguntungkan. Maka dari itu hendaknya jika menggunakan pestisida di lakukan dengan bijaksana.

laba-laba adalah predator alami serangga terbang
Pengendalian hama yang ramah lingkungan dapat menjaga keseimbangan ekosistem tetap terjaga, misalnya dengan menggunakan biopestisida yang ramah lingkungan atau melakukan pengendalian hama secara biologi yaitu dengan menempatkan hewan predator sebagai contoh menempatkan kucing atau ular sawah sebagai predator tikus.

D.   Ekosistem air laut
Ekosistem air laut luasnya lebih dari 2/3 permukaan bumi ( + 70 % ), karena luasnya dan potensinya sangat besar, ekosistem laut menjadi perhatian orang banyak, khususnya yang berkaitan dengan REVOLUSI BIRU.
Ciri-ciri:
a.
Memiliki kadar mineral yang tinggi, ion terbanyak ialah Cl`(55%), namun kadar garam di laut bervariasi, ada yang tinggi (seperti di daerah tropika) dan ada yang rendah (di laut beriklim dingin).
b.
Ekosistem air laut tidak dipengaruhi oleh iklim dan cuaca.

Pembagian daerah ekosistem air laut
1.      Daerah Litoral / Daerah Pasang Surut:
Daerah litoral adalah daerah yang langsung berbatasan dengan darat. Radiasi matahari, variasi temperatur dan salinitas mempunyai pengaruh yang lebih berarti untuk daerah ini dibandingkan dengan daerah laut lainnya. Biota yang hidup di daerah ini antara lain: ganggang yang hidup sebagai bentos, teripang, binatang laut, udang, kepiting, cacing laut.
2.      Daerah Neritik:
Daerah neritik merupakan daerah laut dangkal, daerah ini masih dapat ditembus cahaya sampai ke dasar, kedalaman daerah ini dapat mencapai 200 m. Biota yang hidup di daerah ini adalah plankton, nekton, neston dan bentos.
3.      Daerah Batial atau Daerah Remang-remang:
Kedalamannya antara 200 - 2000 m, sudah tidak ada produsen. Hewannya berupa nekton.
4.      Daerah Abisal:
Daerah abisal adalah daerah laut yang kedalamannya lebih dari 2000 m. Daerah ini gelap sepanjang masa, tidak terdapat produsen.
Berdasarkan intensitas cahayanya, ekosistem laut dibedakan menjadi 3 bagian:
a.
Daerah fotik: daerah laut yang masIh dapat ditembus cahaya matahari, kedalaman maksimum 200 m.
b.
Daerah twilight: daerah remang-remang, tidak efektif untuk kegiatan fotosintesis, kedalaman antara 200 - 2000 m.
c.
Daerah afotik: daerah yang tidak tembus cahaya matahari. Jadi gelap sepanjang masa.
 Komunitas di Dalam Ekosistem Air Laut
Menurut fungsinya, komponen biotik ekosistem laut dapat dibedakan menjadi 4, yaitu:
a.
Produsen
terdiri atas fitoplankton dan ganggang laut lainnya.
b.
Konsumen
terdiri atas berbagai jenis hewan. Hampir semua filum hewan ditemukan di dalam ekosistem laut.
c.
Zooplaokton
terdiri atas bakteri dan hewan-hewan pemakan bangkai atau sampah.

Pada ekosistem laut dalam, yaitu pada daerah batial dan abisal merupakan daerah gelap sepanjang masa.
Di daerah tersebut tidak berlangsung kegiatan fotosintesis, berarti tidak ada produsen, sehingga yang ditemukan hanya konsumen dan dekompos saja. Ekosistem laut dalam merupakan suatu ekosistem yang tidak lengkap.
Adaptasi biota laut terhadap lingkungan yang berkadar garam tinggi:
Pada hewan dan tumbuhan tingkat rendah tekanan osmosisnya kurang lebih sama dengan tekanan osmosis air laut sehingga tidak terlalu mengalami kesulitan untuk beradaptasi. Tetapi bagaimanakah dengan hewan tingat tinggi, seperti ikan yang mempunyai tekanan osmosis jauh lebih rendah daripada tekanan osmosis air laut. Cara ikan beradaptasi dengan kondisi seperti itu adalah:
- hanyak minum.
- air masuk ke jaringan secara osmosis melalui usus.
- sedikit mengeluarkan urine.
- pengeluaran air terjadi secara osmosis.
- garam-garam dikeluarkan secara aktif melalui insang.



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Mari diskusi bareng