Kamis, 12 November 2015

Konservasi Tanah dan Air

1.      Apa yang dimaksud dengan konservasi tanah?
2.      Apa yang dimaksud dengan erosi tanah?
3.      Ada 2 faktor yang mempengaruhi erosi tanah yaitu erosivitas tanah dan erodibilitas hujan. Apa yang dimaksud dengan erosivitas tanah dan erodibilitas tanah?
4.      Sebut dan jelaskan unsur-unsur erosivitas tanah tersebut, unsur erosivitas tanah salah satunya adalah struktur tanah terutama derajad struktur?

5.      Erosi hujan menyangkut sifat-sifat hujan yang menentukan besar kecilnya tenaga kinetik curah hujan, sebut dan jelaskan

Jawaban :
Fersi 1
1.    Konservasi tanah adalah serangkaian strategi pengaturan untuk mencegah erosi tanah dari permukaan bumi atau terjadi perubahan secara kimiawi atau biologi akibat penggunaan yang berlebihan, salinisasi, pengasaman, atau akibat kontaminasi lainnya. (https://id.wikipedia.org/wiki/Konservasi_tanah)
2.    Erosi merupakan suatu peristiwa yang kompleks karena banyak faktor yang dapat menjadi penyebabnya. Menurut (Belaid dan Karteris, 1995). Erosi adalah peristiwa pengikisan padatan (sedimen, tanah, batuan, dan partikel lainnya) akibat transportasi angin, air ataues, karakteristik hujan, creep pada tanah dan material lain di bawah pengaruh gravitasi, atau oleh makhluk hidup semisal hewan yang membuat liang, dalam hal ini disebut bio-erosi.( https://id.wikipedia.org/wiki/Erosi)
3.    Pada dasarnya erosi dipengaruhi oleh tiga faktor utama, meliputi (1) Energi: hujan, air limpasan, angin, kemiringan, dan panjang lereng, (2) Ketahanan: erodibilitas tanah (ditentukan oleh sifat fisik dan kimia tanah), dan (3) Proteksi: penutupan tanah baik oleh vegetasi atau lainnya serta ada atau tidaknya tindakan konservasi. Pengaruh vegetasi berbeda-beda, bergantung pada jenis tanaman, perakaran, tinggi tanaman, tajuk, dan tingkat pertumbuhan dan musim. Pengaruh musim sebenarnya erat hubungannya dengan pengelolaan lahan dan/atau tanaman (Rahim, 2000). Erosivitas adalah potensial kemampuan penyebab erosi oleh angin, air, grvitasi dll. (http://www.ilmutanah.unpad.ac.id/glossary-ilmu-tanah/details/11/166/glossary-ilmu-tanah-erosivitas.html?filter_order=). Sedangkan erodibilitas adalah erodibilitas tanah adalah kepekaan tanah terhadap erosi ( http://repository.unej.ac.id/handle/123456789/16229)
4.    Faktor – faktor yang mempengaruhi erosi tanah adalah hujan, tanah, kemiringan, vegetasi dan manusia (Utomo,. 1994) namun banyak yang menyebutkan diantaranya unsur erosivitas hujan (R), erodibilitas tanah (K), indeks panjang lereng (L), slope (S), indeks pengelolaan tanaman (C) dan praktek konservasi tanah (P).
a.     Struktur tanah merupakan karakteristik fisik tanah yang terbentuk dari komposisi antara agregat (butir) tanah dan ruang antaragregat.
b.    Erosivitas hujan merupakan daya hujan untuk melakukan erosi terhadap tanah. Faktor erosivitas (R) merupakan faktor penting dalam pemodelan erosi. Erosivitas dapat dihitung dengan menggunakan rata-rata curah hujan tahunan yang diperoleh dari berbagai stasiun curah hujan yang tersedia (Miller, et al. 2003).
c.     Erodibilitas atau kepekaan tanah adalah kemampuan tanah untuk mengalami erosi. Nilai erodibilitas tanah sangat dipengaruhi data struktur tanah, bahan organik, tekstur, dan permeabilitas tanah (Segel dan Putuhena, 2005).
d.    Faktor topografi adalah salah satu faktor yang menentukan besarnya erosi yang terjadi. Faktor indeks topografi L dan S, masing-masing mewakili pengaruh panjang dan kemiringan lereng terhadap besarnya erosi. Panjang lereng mengacu pada aliran air permukaan, yaitu lokasi berlangsungnya erosi dan kemungkinan terjadinya deposisi sedimen (Asdak, 1995).
e.     Faktor C menunjukkan keseluruhan pengaruh dari vegetasi, serasah, keadaan permukaan tanah, dan pengelolaan lahan terhadap besarnya tanah yang hilang (erosi). Oleh karenanya, besarnya angka C tidak selalu sama dalam kurun waktu satu tahun (Asdak, 1995).
f.     Pengaruh aktivitas pengelolaan dan konservasi tanah (P) terhadap besarnya erosi dianggap berbeda dari pengaruh yang ditimbulkan oleh aktivitas pengelolaan tanaman (C), oleh karenanya dalam rumus USLE faktor P tersebut dipisahkan dari faktor C (Asdak, 1995).
5.    Erosi hujan adalah erosi tanah yang disebabkan oleh kekuatan air hujan yang menimpa tanah debu (https://id.wiktionary.org/wiki/erosi_hujan)
a.     Erosi tanah adalah proses geologis dimana partikel tanah terpisah dan diangkut oleh berbagai agen-agen erosi. Agen-agen erosi ini meliputi air, angin, gletser, dan gravitasi.(http://www.jendelasarjana.com/2013/09/jenis-penyebab-dampak-erosi-tanah.html).

Fersi 2
1.  Konservasi tanah adalah serangkaian strategi pengaturan untuk mencegah terjadinya erosi tanah dari permukaan bumi atau terjadi perubahan secara kimiawi atau biologi akibat penggunaan yang berlebihan, salinisasi, pengasaman, atau akibat kontaminasi lainnya.
2. Erosi tanah merupakan penyingkiran dan pengangkutan bahan dalam bentuk larutan atau suspense dari tapak semula oleh pelaku berupa air mengalir, es bergerak atau angin.
3. Erodibilitas tanah adalah tingkat kepekaan suatu tanah terhadap erosi atau mudah tidaknya suatu jenis tanah untuk tererosi. Erosivitas adalah kemampuan suatu hujan untuk dapat menimbulkan suatu erosi atau juga merupakan tenaga pendorong yang menyebabkan terkelupas dan terangkutnya partikel-partikel tanah ke tempat yang lebih rendah.
4. Tekstur tanah, struktur, bahan organik, kedalaman tanah dan tingkat kesuburan tanah. secara umum tanah dengan kandungan debu tinggi, liat atau lempung rendah dan bahan organik rendah adalah yang paling mudah untuk tererosi.
5.  .................................

Fersi 3
1. Pengertian dari konservasi tanah adalah upaya untuk mempertahankan, memelihara, memperbaiki/merehabilitasi, dan meningkatkan jumlah daya tanah, agar berdaya guna optimum sesuai dengan pemanfaatannya atau fungsinya. Kegiatan konservasi antara lain termasuk : pengendalian banjir, pengendalian erosi, pembangunan pedesaan, fasilitas kesediaan air, irigasi, drainage, pengatur pembuangan limbah, reboisasi, penghijauan dan perhutanan sosial.
2. Erosi tanah adalah proses geologis dimana partikel tanah terpisah dan diangkut oleh berbagai agen-agen erosi. Agen-agen erosi ini meliputi air, angin, gletser, dan gravitasi.
3.  ERODIBILITAS adalah ketidak sanggupan tanah untuk menahan tumbukan butir-butiran hujan. Tanah yang tererosi cepat pada saat ditumbuk oleh butir-butir huajn mempunyai erodibilitas yang tinggi atau dibebut juga kepekaan tanah terhadap erosi. Tanah yang erodibilitasnya tinggi akan banyak terkena erosi, bila dibandingkan dengan tanah yang erodibilitasnya rendah. Faktor-faktor yang berpengaruh pada ketahanan tanah antara lain tekstur tanah, stabilitas agregat, kapasitas infiltrasi, tahanan gesekan tanah dan kandungan bahan organi
     Erosivitas merupakan daya hujan untuk menimbulkan erosi pada tanah. Erosivitas sangat menentukan jumlah tanah yang tererosi, jumlah tanah ang tererosi berbaning lurus dengan erosivitas.
4.   Unsur  Erodibilitas Tanah
   Erodibilitas tanah dipengaruhi oleh banyak sifat-sifat tanah, yakni sifat fisik mekanik, hidrologi, kimia, reologi/litologi, mineralogi, dan biologi, termasuk karakteristik profil tanah seperti kedalaman tanah dan sifat-sifat dari lapisan tanah Erodibilitas bukan hanya ditentukan oleh sifat-sifat tanah, namun ditentukan pula oleh faktor-faktor erosi lainnya, yakni erosivitas, topografi, vegetasi, fauna dan aktivitas manusia. Suatu tanah yang mempunyai erodibilitas tanah rendah mungkin mengalami erosi berat jika tanah tersebut terdapat pada lereng yang curam dan panjang. Serta curah hujan dengan intensitas hujan yang selalu tinggi. Sebaliknya, suatu tanah yang mempunyai erodibilitas tinggi, mungkin memperlihatkan gejala erosi ringan atau tidak sama sekali bila terdapat pada lereng yang landai, dengan penutupan vegetasi yang baik, dan curah hujan yang berintensitas rendah. Beberapa Unsur yang  mempengaruhi erodibilitas tanah meliputi :
      a.      Tekstur Tanah
Tekstur menunjukkan sifat halus atau kasarnya butiran-butiran  tanah Tekstur ditentukan oleh kandungan pasir, debu dan liat yang terdapat dalam permukaan tanah. Debu merupakan fraksi tanah yang paling mudah tererosi karena selain mempunyai ukuran yang relatif halus, fraksi ini juga tidak mempunyai ikatan (tanpa adanya bantuan bahan perekat/pengikat) karena tidak mempunyai muatan. Berbeda dengan debu, liat meskipun merupakan ukuran yang sangat halus, namun karena mempunyai muatan, maka fraksi ini dapat membentuk ikatan. Tanah-tanah bertekstur halus (didominasi liat) umumnya bersifat kohesif dan sulit dihancurkan. Walaupun demikian bila kekuatan curah hujan atau aliran permukaan mampu menghancurkan ikatan antar partikelnya maka akan timbul sedimen bahan tersuspensi yang mudah untuk terangkut atau terbawa aliran permukaan.
Tekstur kasar mempunyai permeabilitas yang tinggi dibandingkan dengan tekstur yang halus karena tekstur kasar mempunyai pori makro dalam jumlah banyak sehingga umumnya tanah-tanah yang didominasi oleh tekstur kasar seperti pasir umumnya mempunyai tingkat erodibilitas tanah yang rendah.
b.    Struktur Tanah
Struktur tanah merupakan sifat fisik tanah yang menggambarkan susunan keruangan partikel-partikel tanah yang bergabung dengan satu dengan yang lain membentuk agregat. Bentuk dan stabilitas agregat serta persentase tanah yang teragregasi sangat berperan dalam menetukan tingkat kepekaan tanah terhadap erosi. Tanah yang peka terhadap erosi adalah tanah yang paling rendah persentase agregasinya. Tanah-tanah dengan tingkat agregasi yang tinggi, berstruktur kersai, atau granular tingkat penyerapan airnya lebih tinggi dari pada tanah yang tidak berstruktur atau susunan butir-butir primernya lebih rapat. Struktur tanah yang halus akan mengakibatkan tingkat erodibilitas tanah tersebut rendah,dan sebaliknya. 
c.    Bahan Organik
Bahan organik tanah dibutuhkan untuk pembentukan dan pemantapan agregat- agregat tanah. Zarah-zarah tanah membantu bagi struktur tanah yang mengandung baik pori-pori besar maupun kecil dan sebagai akibatnya memperbaiki keadaan air dan udara. Kecepatan infiltrasi dan perkolasi yang lebih baik akan mengurangi run off dan erosi dan agregat tanah yang mantap tidak mudah terlepas dari permukaan tanah dan terbawa oleh air .
Kaitan nya dengan erodibilitas yaitu bahwa bahan organik dapat memperbaiki tekstur tanah menjadi agregat yang lebih erat,serta meningkatkan KPK,hal ini apabila dikaitkan tentu akan mengakibat kan tingkat erodibilitas tanah tersebut menjadi meningkat karena bahan organik mampu meningkatkan daya ikat antar partikel sehingga tidak mudah tererosi.
d.    Permeabilitas
Permeabilitas tanah adalah kecepatan air menembus tanah pada periode tertentu dan dinyatakan dalam cm/jam Nilai permeabilitas penting dalam menentukan penggunaan dan pengelolaan praktis tanah. Permeabilitas mempengaruhi penetrasi akar, laju penetrasi air, laju absorpsi air, drainase internal dan pencucian unsur hara
Faktor-faktor yang mempengaruhi permeabilitas tanah menurut Hillel (1971) antara lain adalah tekstur tanah, porositas dan distribusi ukuran pori, stabilitas agregat dan stabilitas struktur tanah serta kadar bahan organik tanah. Ditegaskan lagi bahwa hubungan yang lebih utama terhadap permeabilitas tanah adalah distribusi ukuran pori sedangkan faktor- faktor yang lain hanya ikut menentukan porositas dan distribusi ukuran pori. Permeabilitas berkaitan juga dengan erdibilitas,apabila permeabilitas tanah itu tinggi menunjukan bahwa tingkat erobilitasnya rendah,hal ini karena permeabilitas tinggi dipengaruhi oleh testur dan agregat nya,bahwa tanah tersebut memiliki tekstur kasar / didominasi pori makro sehingga mempunyai tingkat erodibilitas tanah yang rendah.
5.           Sifat hujan yang menentukan besarkecilnya energi kinetik
Hujan yang terjadi di alam tidak selalu menimbulkan erosi tanah. Hujan dengan intensitas yang tinggi namun berlangsung sangat singkat tidak menimbulkan erosi, akan tetapi hujan dengan intensitas yang rendah dan
berlangsung sangat lama, akan menghasilkan aliran permukaan yang besar dan akan menimbulkan erosi.Kemampuan potensial hujan yang dapat menyebabkan terjadinya erosi disebut  erosivitas hujan.
Lebih lanjut dikatakan bahwa erosivitas hujan merupakan fungsi dari karakteristik hujan.Karakteristik hujan akan mementukan besarnya energi yang dimiliki hujan,
terutama energi kinetik hujan,
Karakteristik hujan akan mementukan besarnya energi yang dimiliki hujan,
terutama energi kinetik hujan, Karakteristik hujan  yang berpengaruh terhadap beasrnya erosivitas hujan, adalah (a) jumlah curah hujan, (b) intensitas hujan, (c) ukuran butiran hujan, (d) sebaran atau distribusi ukuran butiran hujan selama hujan berlangsung, dan  (e) kecepatan akhir jatuh butir hujan. Dalam setiap kejadian hujan, kelima sifat hujan ini tidak selalu sama dan bahkan jarang dijumpai adanya suatu pola yang pasti. Jumlah curah hujan merupakan parameter hujan yang paling tersedia dalam setiap data stasiun klimatologi. Namun jarang sekali para pakar menghubungkan antara jumlah curah hujan dengan besarnya erosi yang terjadi. Pengetahuan tentang jumlah curah hujan belum cukup  dapat menjelaskan fenomena kejadian erosi. Sebagai ilustrasi, kejadian hujan dengan jumlah curah hujan 200 mm pada suatu saat tidak menimbulkan erosi, tetapi pada saat yanglain jumlah yang sama yang jatuh pada tanah yang sama, dapat menimbulkan erosi yang hebat

Semoga bisa menjadi refrensi anda ?

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Mari diskusi bareng