Sabtu, 06 September 2014

Tugas Mulok By_Arif Styawan (Potensi rempah-rempah di Indonesia)

1.       Potensi rempah-rempah di Indonesia
Indonesia adalah salah satu negara yang mayoritas penduduknya bermata pencaharian petani yang pada umumnya dan Indonesia adalah daerah yang tropis yang relatif subur kerena dilewati oleh sabuk api (rangkaian gunung berapi) yang menyebabkan tanah Indonesia kebanyakan dibentuk oleh tanah volkan, misal saja pulau Jawa namun pemikiran dalam masyarakat yang sudah mengakar di otak bahwa menjadi petani itu penuh dengan kesengsaraan membuat sebagian besar penduduk memilih mencari pekerjaan lain tentu menjadi masalah padahal potensi rempah-rempah di Indonesia kususnya seledri (Apium graveolens L) adalah sayuran daun-daunan dan tumbuhan obat biasa digunakan sebagai bumbu masakan. Seledri telah dikenal ribuan tahun yang lalu sebagai unsur pengobatan dan penyedap masakan. Seniman tua telah menuliskannya sejak peninggalan moderen. Linnaeus mendiskripsikannya pertama kali dalam edisi pertama sepesies palantarum. Ia memasukan seledri dalam suku umballiferae, yang sekarang sekarang dinamakan apiaceace (suku adas-adasan). Selain itu seledri tergolong dalam tanaman kecil yaitu kurang dari 1 m tingginya, daunya tersusun gemuk dengan tangkai pendek, tangkai ini dalam kultivar tertentu dapat sangat besar dan dijual sebagai sebagai sayuran terpisah dari induknya. Batang biasanya sangat konteks pada kelompok budidaya tertentu malah membesar membentuk umbi yang juga dapat digunakan, bunganya tersusun majemuk berkarang buahnya kecil-kecil berwarna coklat gelap. Dibawah ini ada 3 kelopok seledri yang dibudidayakan :
a)     Seledri daun/ seledri iris (A. graveolens kelompok setalium) yang biasanya diambil daunya dan banyak dipakai dimasakan Indonesia.
b)     Seledri tangkai (A. graveolens kelompok duice) yang tangkai daunya membesar dan beraroma segar biasanya dipakai untuk salad.
c)      Seledri umbi (A. graveolens kelompok rapateum) yang membentuk umbi di permukaan tanah, biasanya digunakan untuk sup, semur atau sthnitzer umbi kaya provitamin A dan K.
Namun seledri berpotensi menimbulkan alergi pada sejumlah orang yang peka penderita radang ka’al tidak dianjurkan mengkonsumsinya.


2.       Gambar seledri dan produk olahan
a.       Tanaman seledri.
b.      Produk olahan seledri.
3.       Komposisi kimia dan bahan aktif
a.       Kandungan zat aktif pada daun seledri mengandung apiin, apigenin, manitol, inositol, kolina, linamarosa kalium dan naturium. Apigenin terbentuk dari proses hidrolisis yang dibantu oleh asam lambung HCL.
b.      Kandungan bahan kimia
1.      Saponin
2.      Flavonoid (apiin dan genin)
3.      Kamarin
4.      Asam omega 3 fatty
5.      Minyak atsiri
6.      Vitamin C, B6
7.      Mineral

4.       Manfaat seledri bagi kesehatan
Daun seledri memiliki banyak manfaat bagi kesehatan kita, tanaman hijau bernama latin petroselinium trispum ini mengandung banyak zat besi, selain itu tanaman beraroama khas ini juga terbukti berkhasiat mencegah perkembangan  sel kanker, serta menjaga kesehatan sistem peredaran darah, sehingga baik bagi jantung berikut ini adalah enam manfaat pada tumbuhan seledri yang sering kita gunakan untuk bahan penyedap memasakan pada umumnya,
a.       Mengandung antioksidan
Seledri mengandung antioksidan jenis lutolin dan flafonoid yang membantun menangkal radikal bebas dalam tubuh. Lutelaoin juga berguna untuk meningkatkan metabolisme tubuh.
b.      Sebagai bahan antiinflamasi
Seledri juga mengandung zat anti inflamasi, serta efektif mencegah masalah tulang seperti oseteorthnstitis dan nyeri sendi.
c.       Meningkatkan imunitas
Seledri kaya akan vitamin A dan vitamin C yang merupakan antioksidan penting dalam menjaga sistem kekebalan tubuh. Vitamin C memungkinkan produk kolagen yang membantu melindungi otot dan jaringan kita untuk menjaga kesehatan kulit dan melawan penyakit.
d.      Memperkuat tulang
Seledri mengandung vitamin K yang berperan dalam sintesis protein (jenis osteoteitin) sehingga meningkatkan kepadatan tulang dan gigi.
e.       Melindungi jantung
Tubuh kita menghasilkan asam amino yang disebut komosistein yang dapat mengganggu fungsi normal pembuluh darah dan penyebabnya penyakit kardiovaskular. Seledri mengandung vitamin B9 atau folat, yang mengubah asam amino menjadi molekul sederhana sehingga melindungi anda dari serangan jantung, stroke, dan penyakit kardiovaskular.
f.        Membantu mencegah kanker
Sanyawa organik meristisin dalam seledri terbukti mampu mencegah perkembangan belahan sel kanker dalam tubuh, meristisin juga mengaktifkan enzim dan membantu menetralkan sanyawa berbahaya tertentu penyebab kanker prostat dan usus. Khasiat seledri seperti didapat dengan cara merebus dan mengambil sarinya, dikomsumsi mentah atau dimasak.

5.       Cara pengolahan dan bentuk produk seledri
a.       Pengolahan keripik seledri
1.      Bahan :
a.       Seledri ukuran besar 2 ikat
b.      Tepung beras 150 gram
c.       Tepung maizena 1 sdm
d.      Cabai kering 2 buah yg sudah dicincang
e.       Air 250 ml
f.        Air kapur sirih 1sdt
g.       Minyak goreng 1 liter
h.      Bumbu halus
i.         bawang putih 4 siung cabai rawit 4 buah
j.         ketumbar ½ sdt
k.       kemiri 2 buah dan garam secukupnya
2.      Pengolahan :
a.       Ambil daun seledri keringkan dengan cara diangin-anginkan
b.      Campur tepung beras, maizena
c.       Tuang air sedikit-sedkit sambil diaduk hingga rata
d.      Tambahkan kapur sirih dan cabai kering dan aduk rata
e.       Panaskan minyak, celupkan seledri dalam campuran tepung beras, goreng hingga kering dan kecoklatan
b.      Macam produk dari seledri
1.      keripik seledri
2.      Es krim seledri

3.      Dan lain-lain

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Mari diskusi bareng